Girl from the East Standing Tall

[Oneshot] Seoul, I’m in Love!

Author            : aysesa

Tittle                : Seoul, I’m In Love!

Main Cast       : Son Naeun, Kwon Ji Yong

Length            : Oneshot

Genre              : Romance

Rating             : Teenager

Poster             : by Me

Prolog

Aku benci dengan sebuah kota di Korea yang bernama Seoul! Aku benar-benar tidak bisa menyesuaikan diri disini. Kalau begini, lebih baik aku kembali ke Paris saja! Tapi, Eomma dan Appa ingin aku tinggal di kota menyebalkan ini. Aku tidak suka dengan para penduduk di Seoul. Aku lebih menyukai namja asing dari Eropa dan sekitarnya. Tapi, di kota menyebalkan ini aku tidak dapat menemukan namja seperti itu.

Eomma dan Appa selalu bilang bahwa aku akan betah tinggal di kota ini. Tapi, selama dua bulan ini aku sama sekali tidak betah tinggal disini. Aku sama sekali tidak yakin aku dapat betah tinggal di kota ini. Akankah aku dapat betah tinggal di kota bernama Seoul ini?

Naeun POV

Pagi ini sama saja dengan pagi yang lainnya. Menyebalkan. Yah, itulah yang dapat aku katakan setiap aku bangun dari tidurku yang suram. Aku segera menuju kamar mandi. Setelah itu pergi berangkat ke sekolah. Hhh.. Itulah rutinitas sehari-hariku. Membosankan. Ya, memang sangat membosankan. Hidupku menjadi sangat membosankan sejak aku pindah ke kota aneh bernama Seoul.

“Naeun, segera turun! Sarapan sudah siap!” teriak Eomma dari lantai bawah.

“Ne, Eomma!” sahutku. Aku segera berlari kecil menuju ke meja makan. Aku benar-benar tidak minat untuk berangkat ke sekolah hari ini. Saat di meja makan, aku hanya mengaduk-aduk sarapanku saja. Aku tidak nafsu makan.

“Naeun-ah, bagaimana? Kau betah tinggal di Seoul?” tanya Eomma.

“Ne.” jawabku berbohong. Aku tidak ingin Eomma dan Appa kecewa saat mendengar bahwa aku tidak betah tinggal disini.

“Ehm.. Eomma, Appa, Naeun berangkat ke sekolah dulu ne.” ujarku. Aku segera pamit ke kedua orang tuaku dan kemudian berangkat menuju ke sekolah.

Seperti biasa, aku berjalan menuju ke sekolahku. Tanpa diantar maupun naik sepeda kayuh. Aku tidak mengeluh hanya karena masalah ini. Aku kasihan pada Eomma dan Appa, karena telah berusaha bekerja keras hanya untuk menghidupi keluarga.

Tiba-tiba saat berjalan menuju ke sekolah, aku melihat seorang namja yang nampaknya sedang kebingungan. Namja itu menggunakan seragam yang sama dengan seragamku. Aku yakin, bahwa namja itu teman satu sekolahku. Seperti biasa, aku menanggapi hal seperti itu dengan cuek. Aku terus melanjutkan jalanku menuju ke sekolah.

Annyeong! Bisakah kau berhenti sebentar?” tanya namja itu dengan sedikit mengejarku. Aku melambatkan pergerakanku, lalu menghentikan langkah kakiku. Aku sedikit menoleh ke namja itu. Ah, aku baru tau kalau di kota Seoul ini ada namja setampan dia.

Ne, wae?” tanyaku.

“Bisa kau tunjukkan dimana Seoul International Senior High School itu berada?” tanya namja itu.

“Kau satu sekolah denganku kan? Kajja, ikuti aku saja.” ujarku. Namja itu menurut. Ia mengikuti langkah kakiku.

“Siapa namamu?” tanya namja itu.

Cheoneun Naeun imnida.” jawabku.

“Oh, Naeun…” ujar namja itu, lalu ia tersenyum padaku. “Cheoneun Kwon Ji Yong imnida. Tapi, kau bisa memanggilku GD.”. Aku mengangguk. Ternyata, namja tampan itu bernama GD.

“Jadi, kau murid baru?” tanyaku. GD mengangguk. “Oh~”.

Tidak biasanya aku seperti ini. Biasanya aku selalu cuek pada siapapun itu. Tapi, aku tidak sanggup untuk bersikap cuek pada namja satu ini. Karena, namja ini adalah satu-satunya namja yang pernah kubilang tampan. Rasanya baru sekali aku mengatakan bahwa ada namja tampan di Seoul. Ternyata, Seoul tak seburuk yang kupikirkan.

* Di Sekolah *

“Nah, kita sudah sampai di sekolah.” ujarku dengan tersenyum manis. Jarang sekali aku memberikan senyum semanis ini pada seseorang, terutama kepada seorang namja.

Ne, gomawo.” sahutnya.

“Sudah tau dimana kelasmu?” tanyaku. Dia menggeleng.

“Hmm, sudah tau kau masuk di kelas apa?” tanyaku lagi. Kali ini dia mengangguk.

“Kalau tidak salah, aku masuk di kelas 11.1.” jawabnya.

“Oh, berarti kita sekelas.” ujarku dengan santai.

Jinjja? Daebakk!!” sahutnya. Aku hanya tersenyum.

Saat sampai di kelas, banyak chingudeul-ku bertanya-tanya tentang namja yang sedang bersamaku ini. Mungkin, karena mereka heran siapa namja ini. Karena, GD adalah murid baru.

“Naeun, siapa namja itu? Dia tampan sekali.” puji Krystal.

“Kenapa kau tidak menanyakan langsung pada orangnya?” ujarku ketus. Ia melirikku dengan tatapan sinis. Setelah itu, ia berlari kecil menghampiri GD.

Annyeonghaseyo! Cheoneun Krystal imnida.” ujarnya dengan suaranya yang sok imut.

Annyeong! Cheoneun GD imnida.” sahut GD. Ia tampak sangat ramah pada semua murid. Ya, bukankah semua murid baru memang harus begitu?

“Boleh aku duduk disebelahmu?” tanya GD yang tiba-tiba saja datang.

“Oh~, ne.” jawabku singkat.

“GD-ssi, duduk disebelahku saja.” tawar yeoja-yeoja genit itu.

Ani, gomawo. Aku sudah nyaman disini.” sahut GD. Aku tertawa puas mendengar jawaban itu.

Bel tanda masuk pun telah berbunyi. Aku, GD, dan semua teman-teman kelas segera duduk di kursi masing-masing.

“Seoul, benar-benar kota yang indah.” ujar GD. Ha? Apa? Apa aku tidak salah dengar? Kota seburuk ini, dia bilang kota yang sangat indah? Hhh…

“Jadi kau berpikir begitu?” tanyaku. Ia mengangguk.

“Menurutku, Seoul adalah kota yang buruk.” lanjutku.

“Hahaha.. Kau lucu sekali. Kota seindah ini kau bilang kota yang buruk.” ujar GD. Entah mengapa setelah ia berkata begitu, ingin sekali aku menelannya hidup-hidup. Memang kenapa kalau aku bilang Seoul adalah kota yang buruk? Setiap orang punya pendapat berbeda-beda kan?

“Itu kan pendapatku.” sahutku dengan nada tinggi. GD melirikku, tapi aku mengabaikannya.

“Apakah kau penduduk baru di Seoul?” tanya GD.

Ne, memang kenapa? Aku baru pindah ke Seoul 2 bulan yang lalu. Tapi, aku sudah fasih berbahasa korea karena Eomma dan Appa-ku berasal dari Korea.” jawabku.

“Seiring berjalannya waktu, aku yakin kamu akan betah tinggal di kota ini. Percayalah, Seoul adalah kota yang sangat indah.” ujar GD. Aku hanya menggelengkan kepalaku, tidak yakin dengan kata-katanya.

* Istirahat *

“Akhirnya bel istirahat berbunyi juga.” gumamku. Kulihat, GD mengangguk setuju.

Ne, aku sudah mulai lapar.” ujarnya.

“Ya sudah, ke kantin saja.” pintaku.

“Aku tidak tau dimana kantinnya berada. Maukah kau mengantarkanku, jebal?” tanya GD dengan aegyo-nya.

“Hhh.. Kajja, ppali!” ajakku.

“Ne, kajja!” sahut GD dengan bersemangat.

Kami pun berjalan beriringan melewati koridor sekolah hingga sampai di kantin. Saat menuju kantin, banyak yeoja-yeoja yang memperhatikan aku dan GD. “Hey, siapa namja itu?” tanya seorang yeoja. “Aku tidak tau, mungkin saja namja itu adalah namjachingu Naeun Eonnie.” jawab seorang yeoja lagi. Hhh.. Aku hanya menggelengkan kepala saat mereka berbicara seperti itu. Ada-ada saja. Mana mungkin aku berpacaran dengan GD. Kita kan baru saja kenal pagi tadi.

“Nah, ini kantinnya.” ujarku saat aku dan GD telah sampai di kantin.

“Wah, ramai sekali.” gumam GD.

“Yah, setiap hari selalu begitu.” sahutku. GD mengangguk.

“Jadi, kau mau aku menunggumu?” tanyaku.

Ne~” sahutnya singkat.

“Baiklah, ppali!” ujarku.

Arrasseyo! Tunggu aku ya!” ujar GD.

Aku pun menunggu GD agak jauh dari kantin. Aku tidak menyukai keramaian. Melihat keramaian seperti itu, membuatku pusing. Beberapa menit kemudian, GD kembali dengan membawa banyak makanan.

Aigo.. Banyak sekali makanan-makanan yang kau beli ini. Kau sanggup menghabiskan semua ini dalam sekejap? Hebat sekali kau.” ujarku. Ia menggeleng.

Ani. Ini untukku, dan ini untukmu. Satu lagi, ini untukku dan satunya untukmu.” sahutnya seraya membagikan makanan yang ia beli denganku.

Ya! Aku kan tidak memintamu untuk membeli ini semua!” teriakku pelan.

“Stt.. Jangan teriak kencang-kencang. Sudahlah, tidak apa-apa. Ini sebagai ucapan terimakasihku kepadamu karena sudah menjadi teman pertamaku di sekolah ini.” ujarnya. Aku hanya bisa tersenyum mendengar ia berbicara seperti itu kepadaku.

***

Akhir-akhir ini aku tampak lebih akrab dengan GD. Tidak seperti biasanya, pagi ini aku bersemangat sekali menuju ke sekolah. Benar-benar aneh. Tiba-tiba saja aku sangat bersemangat menuju ke sekolah.

Annyeonghaseyo!” sapa GD saat aku baru tiba di sekolah.

Annyeong!” sahutku. Seperti biasanya, kami berangkat ke sekolah bersama-sama.

“Sudah mengerjakan PR bahasa cina?” tanya GD. Dengan spontan, aku membulatkan mataku dan menatapnya lekat-lekat.

“Belum!” jawabku. Aku segera berlari dengan kencang untuk segera mengerjakan pr. Sungguh sial nasibku hari ini, aku terlambat masuk kelas. Tapi, untung saja aku dan GD masih diijinkan masuk. Saat baru duduk di kursi, aku baru menyadari bahwa pelajaran pertama adalah bahasa cina! Ya! Pelajaran pertama bahasa cina! Aku belum mengerjakan tugas itu sama sekali. Karena, semalam aku terlalu larut menonton film.

“Sekarang keluarkan pekerjaan rumah kalian.” ujar guru bahasa cina-ku, Zhoumi Songsaenim. Aku mengangkat tanganku perlahan.

“Ya, ada apa Son Naeun?” tanya Zhoumi Songsaenim.

“A.. Ak.. Aku bel.. belum mengerjakan tugas.” ujarku dengan gugup. Kulihat Zhoumi Songsaenim hanya menggelengkan kepalanya.

“Jadi, siapa yang belum mengerjakan tugas ini selain nona Son?” tanya Zhoumi Songsaenim. Lalu, tanpa aku sangka, GD mengacungkan tangannya dengan mantap.

“Aku juga belum mengerjakan.” ujarnya.

“Dasar kalian berdua ini. Cepat keluar dari kelas saya sampai pelajaran bahasa cina berakhir!” ujar Zhoumi Songsaenim dengan suaranya yang lantang dan keras. Aku dan GD mengikuti perintah Zhoumi Songsaenim.

* Di luar kelas *

“Bukankah kau sudah mengerjakan tugas itu ya?” tanyaku.

Ne. Tapi, aku tidak tega melihat kamu berada di luar sendirian.” ujarnya dengan lembut. Ia menatapku dengan tatapan lembut. Lalu, ia mengelus rambutku. Hal yang sama sekali belum pernah aku rasakan selama aku tinggal di Seoul. Hal yang benar-benar telah membuatku nyaman.

 

GD POV

“Bukankah kau sudah mengerjakan tugas itu ya?” tanyanya.

Ne. Tapi, aku tidak tega melihat kamu berada di luar sendirian.” ujarku. Ya, aku benar-benar tidak tega melihat yeoja yang aku sukai berada di luar kelas sendirian. Aku memang menyukai Naeun sejak pertama kali melihatnya. Aku terkejut saat tau bahwa ada yeoja secantik dia di kota indah ini. Aku selalu berusaha dekat dengan yeoja itu agar ia tau bahwa ada namja yang menyukainya, yaitu aku. Tapi, aku sangat malu untuk mengungkapkannya sekarang. Dan, aku juga sadar bahwa Naeun selalu bersikap dingin kepadaku. Entah karena alasan apa.

“Naeun-ah!” panggil seorang namja dari pintu kelas lain.

“Kyuhyun Oppa!” sahut Naeun dengan melambaikan tangannya ke arah namja yang ternyata sunbae itu.

“Siapa dia?” tanyaku penasaran.

“Dia Kyuhyun Oppa, kakak kelas paling cool dan populer di sekolah ini. Banyak yeoja yang menyukainya. Tapi, jarang sekali aku melihatnya berpacaran dengan salah satu yeoja-yeoja itu. Akhir-akhir ini, aku dan Kyuhyun Oppa sering mengobrol lewat telepon. Hihihi.. Mungkin aku menyukainya. Benar kata chingudeul-ku, namja itu sangat tampan.” jawabnya dengan panjang lebar. Dadaku sangat sakit mendengar Naeun berkata bahwa ia menyukai namja itu. Apa dia benar-benar tak sadar bahwa aku menyukainya? Hhh.. Son Naeun.. Sampai kapan aku harus bersabar seperti ini?

* Pulang Sekolah *

“Mau kuantar? Kebetulan sekali aku bawa motor kesini.” tawarku.

Ani, aku ada les. Jadi, aku akan pulang agak telat hari ini.” ujarnya. Ia tersenyum kepadaku. Aku membalas senyumnya. Senyumnya sangat manis, membuat siapa saja tenang jika melihat senyum itu.

“Oh~ baiklah.” sahutku. Setelah itu aku segera pulang ke rumah.

Naeun POV

“Mau kuantar? Kebetulan sekali aku bawa motor kesini.” tawarnya.

Ani, aku ada les. Jadi, aku akan pulang agak telat hari ini.” ujarku. Aku tersenyum kepadanya. Ia membalas senyumanku. Aku baru sadar kalau GD adalah namja yang tampan.

“Oh~ baiklah.” sahutnya.

* Di Rumah *

Saat di rumah, entah mengapa aku selalu memikirkan GD. Dari senyumnya yang manis hingga caranya membuatku tertawa lepas. Hanya dia namja yang bisa membuatku tertawa lepas, hanya dia namja yang aku kenal dekat, dan hanya dia yang membuatku tau bagaimana rasanya jatuh cinta. Ya, mungkin aku memang menyukainya. Aku tau, mungkin ini hal yang mustahil untuk seorang Son Naeun seperti aku. Tapi, yeoja seperti aku ini juga bisa jatuh cinta. Namun tiba-tiba, bayangan wajah Kyuhyun Oppa melesat di pikiranku.

“Kyuhyun Oppa.” gumamku pelan. Ah! Benar saja! Aku lupa bahwa hari ini aku ada acara makan malam dengan Kyuhyun Oppa. Aku segera mandi dan mempersiapkan semuanya dengan cepat.

Saat sudah sampai di restaurant yang kita rencanakan, Kyuhyun Oppa memperlakukan aku dengan sangat baik. Aku memang menyukai Kyuhyun Oppa sejak GD pindah kesini. Tapi, rasa suka-ku ke Kyuhyun Oppa agak berkurang sejak aku mengenal GD dengan dekat.

Ketika semua telah selesai, Kyuhyun Oppa mengajakku ke suatu tempat. Tempat sepi, gelap, dan aku tidak tau ini dimana. Oppa segera memarkirkan mobilnya di dekat semak-semak.

Oppa, apa yang akan kita lakukan disini? Aku takut.” ujarku.

“Tidak usah takut. Ikuti aku saja.” ucap Kyuhyun Oppa. Kyuhyun Oppa segera mematikan lampu mobilnya dan kemudian menarik tanganku dengan keras. Ia mencium bibirku dengan paksa. Aku mencoba melawan, tapi ia terlalu kuat. “Sekarang kau milikku, Son Naeun!” ujar Kyuhyun Oppa. Aku menangis saat itu juga. GD! GD! I need you, now! Aku menangis sejadi-jadinya, aku merasa pusing. Mataku berkunang-kunang. Semua yang kulihat serasa berputar-putar. Aku lihat, ada seorang namja yang membuka pintu mobil Oppa dan kemudian menarik Oppa keluar lalu memukul dan meninju tubuh Oppa. Setidaknya, itu hal yang terakhir aku lihat sebelum aku pingsan.

***

“Naeun-ah, gwenchana?” tanya seseorang. Aku membuka mataku perlahan. Dan ternyata, orang itu adalah GD.

Ne, gwenchana.” jawabku lirih.

“Kau pingsan saat aku datang menolongmu.” ujar GD.

Gomawo jeongmal, GD.” sahutku. “Dimana Kyuhyun Oppa?”.

“Sudah, tidak usah memikirkan namja itu lagi Naeun. Sekarang aku akan mengantarkanmu pulang.” ujar GD. Aku segera memeluknya. Aku rasa ia terkejut kuperlakukan seperti itu. Ternyata kau adalah namja yang sangat baik GD. Aku menyukaimu. Aku mempererat pelukanku pada tubuhnya.

Gomawo, ne.” bisikku di telinganya.

Cheonmaneyo.” sahutnya. Kemudian ia mengecup pipi kananku. Ia menghentikan mobilnya, lalu membalas pelukanku.

Saranghaeyo, Naeun-ah. Maukah kau menjadi yeojachingu-ku?” tanya GD yang sontak membuatku sangat terkejut. Aku menyukainya bukan berarti untuk pacaran. Tapi, sulit sekali untuk berkata tidak di saat seperti ini.

Ne~” jawabku. Aku memeluknya lagi. Kemudian, GD mengecup bibirku perlahan dan kemudian memelukku. Aku tidak ingin melepaskan pelukan hangat GD.

Dan akhirnya, kota yang aku bilang suram, buruk, menyebalkan dan apapun itu, menjadi kota yang sangat indah jika berakhir seperti ini. Benar kata GD, lama-kelamaan aku akan betah tinggal di kota ini. Sekarang aku sadar bahwa Seoul adalah kota yang sangat indah. Aku tidak ingin pergi dari kota ini. Aku tidak ingin kehilangan semua kenangan di kota ini. Dan yang paling penting, aku tidak ingin kehilangan namja-ku yang bernama Kwon Ji Yong ini. SEOUL, I’M IN LOVE!

Iklan

8 responses

  1. wuihhh… keren banget nih FF 😀 suka.. tapi sepertinya terlalu cepat berlalu.. harusnya hari-hari bersama GD ditambah lagi biar keliatan banget kalo si GD suka gitu sama Naeun *caelaaahh*
    tapi dari keseluruhan alur dan idenya bagus kok 😉 kenapa kyu oppa ku jadi begitu? :” *nangis dipojokan* kan yang paling banyak di korean nc enggak cmn kyu oppa Eonn-_-” terus berkarya Sekar Eonnie 😀

    26 Juni 2012 pukul 6:48 PM

    • apa itu nc?! 😮 *pura2polos*
      aku bingung mau ditambahin apa lagi.
      kkk~
      jadi, ff nya kayak gini.
      apa adanya banget ><
      gomawo udah komen.
      chu~

      26 Juni 2012 pukul 7:01 PM

      • heeemm-_______-”
        ditambahin nnt aku menikah dengan GD XD *keluar dari cerita*
        hehehhe 😀 tapi bagus kok 😉 aku suka-aku suka!
        Chu!~

        26 Juni 2012 pukul 7:15 PM

  2. ASIK!!!FF biasku!!(GD)

    28 Juni 2012 pukul 1:19 PM

  3. dyah

    baru liat posternya aja dah menarik, dan ketika baca isinya…waw bikin jatuh hati.
    ceritanya bisa nyampe ke hati dan mudah diterima ga terlalu berat

    1 Juli 2012 pukul 2:55 PM

  4. hadeh,kyu,,knpa jadi evil benran di sini..
    untung cma cameo,klo panjng perannya jadi nggak tega.

    sederhana tpi kena bgt ke judulnya,,gra2 GD jadi nggak benci Seoul lagi dah.
    ok dah..

    27 Juli 2012 pukul 12:29 PM

  5. jun

    kunjungan pertama k blog ini..hsil ngubek2 blog princess pink..heheh keren thor ..

    3 November 2012 pukul 11:19 AM

    • hehehe makasih yaa ^^

      6 November 2012 pukul 6:12 PM

Your COMMENT is My BREATH

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s